Sumber : BeritaSatu.com
HIMAKOM UBSI Kaliabang (11/1) - Program Pangan Bergizi
Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto telah resmi dilaksanakan di
berbagai wilayah Indonesia. Kota Bandung menjadi salah satu daerah yang sudah
melaksanakan program ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan
siswa dan kualitas pendidikan mereka dengan menyediakan makanan bergizi
gratis di sekolah.
Jumlah siswa yang sudah
menerima makanan dari program MBG di Kota Bandung baru mencapai 7.000 siswa
dari jenjang sekolah dasar hingga menengah ke atas. Penjabat Wali Kota
Bandung, A Koswara menjelaskan, pendistribusian dilakukan melalui dua dapur utama
yang masing-masing melayani tujuh sekolah.
“Jadi pada hari ini ada dua
dapur utama di Bandung, yaitu di Lanud Husein Sastranegara dan Sukajadi.
Masing-masing mendistribusikan sekitar 3.500 paket makanan ke tujuh
sekolah," kata Koswara dikutip TribunJabar.id
pada Senin (6/1).
Namun, pendistribusian MBG
belum merata ke seluruh sekolah di Kota Bandung. Dari total 302.109 siswa di
479 sekolah dasar dan 269 sekolah menengah baru menerima sekitar 20 persen dari
distribusi makan bergizi gratis. "Kalau menurut informasi awal, dari
302.109, baru 20 persen dari target tahun 2025 yang dapat distribusi makan
bergizi gratis," ujarnya.
Baca Juga : Kecelakaan Pesawat Jeju Air Di Korea Selatan : 179 Tewas, Kerusakan Kotak Hitam Hambat Investigasi
Koswara meyakinkan bahwa
pendistribusian akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun ini. Pemerintah
Kota Bandung saat ini masih menunggu petunjuk teknis lebih rinci dari
pemerintah pusat. "Kami masih menunggu petunjuk teknis yang lebih rinci
dari pemerintah pusat, tetapi kami siap mendukung dan memperluas program
ini," kata Koswara.
Selain distribusi, pemilihan
makanan dalam program MBG juga menjadi perhatian penting. Sukri yang
merupakan salah satu penanggung jawab dapur MBG di Sukajadi, mengatakan menu
yang disiapkan untuk siswa sekolah dasar dan menengah di wilayah Sukajadi tidak
hanya menyehatkan tetapi juga menarik bagi anak-anak. "Besok kita sajikan
ayam goreng dengan susu dan sayur," kata Sukri, dikutip TribunJabar.id,
Senin (6/1). Menurut Sukri, saat menyusun menu, perhatikan dengan cermat pada
keseimbangan rasa, penyajian, dan nilai gizi. "Kami berusaha membuat
menu yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menarik agar anak-anak tertarik
untuk menyantapnya," imbuhnya.
45 orang tenaga kerja, mulai
dari dapur, pengemasan, dan penjualan terlibat dalam persiapan makanan.
Kegiatan dapur dijadwalkan dimulai pada dini hari dan berakhir pada pukul 6
pagi. Artinya, makanan tiba dalam keadaan segar dan siap untuk disantap
di sekolah. Bahan-bahan tersebut dibeli empat hari lalu dari Pasar Caringin dan
beberapa pedagang, semua bahan disimpan dalam lemari es sampai diproses.
Meski terlihat sederhana,
penerapan program ini mempunyai tantangan tersendiri. Salah satunya adalah
memastikan menu yang ditawarkan sesuai dengan selera anak-anak tanpa
mengabaikan nilai gizi. "Harus menyeimbangkan antara rasa, tampilan, dan
nilai gizi. Anak-anak mempunyai selera yang berbeda, jadi kami memastikan bahwa
menunya menarik dan digemari oleh mereka,” jelas Sukri.
Keyword : makan gratis, siswa,
Bandung
Authors: Hana Larisa Aurellia