Sumber gambar : antaranews.com
HIMAKOM UBSI Kaliabang (11/1) -
Pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216, yang mengalami
kecelakaan tragis di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Selasa
(9/1), akhirnya berhasil ditemukan dua kotak hitam oleh tim investigasi.
Insiden tersebut melibatkan pesawat Boeing 737-800 yang mengakibatkan 179 dari
181 penumpang dan awak pesawat meninggal dunia, sementara dua penumpang lainnya
selamat.
Pesawat tersebut lepas landas dari
Bangkok menuju Muan dan dilaporkan mengalami masalah teknis setelah diduga
menabrak kawanan burung. Pilot pesawat melaporkan adanya kerusakan pada sistem
hidrolik saat pesawat mendekati pendaratan. Akibat kerusakan tersebut, pesawat
mendarat tanpa roda pendaratan, meluncur di landasan pacu hingga menabrak
struktur beton, dan terbakar hebat.
Setelah kecelakaan, tim penyidik
menemukan dua kotak hitam pesawat, yaitu perekam suara kokpit (CVR) dan perekam
data penerbangan (FDR). “Analisis mengungkapkan bahwa data dari CVR dan FDR
tidak tercatat selama empat menit menjelang tabrakan dengan localizer,”
ujar Kementerian Transportasi dalam keterangan resminya, dilansir dari kompas.com.
Localizer adalah
struktur beton di ujung landasan pacu yang berfungsi sebagai penanda arah
pendaratan pesawat. Kerusakan pada localizer diduga memperparah dampak
kecelakaan.
Baca Juga : Tragedi Kebakaran Los Angeles, California Menyebabkan Kerugian Besar
Sementara itu, salah satu dari dua
perangkat kotak hitam, yakni perekam data penerbangan (FDR) mengalami kerusakan
sebagian. Kerusakan tersebut dikhawatirkan dapat memperlambat proses analisis
dalam mengungkap penyebab pasti kecelakaan. “Jika kesulitan mendekodekannya di
sini, kami mungkin harus mengirimnya ke NTSB,” kata seorang pejabat badan
investigasi, dikutip dari iNews.id.
FDR yang rusak telah dikirim ke Badan
Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) di Amerika Serikat untuk investigasi
lebih lanjut. Pemerintah Korea Selatan, bersama dengan pakar dari NTSB dan
Boeing sedang melakukan penyelidikan menyeluruh. Sebagai langkah pencegahan,
seluruh armada Boeing 737-800 di Korea Selatan juga tengah diperiksa untuk
memastikan keselamatan penerbangan di masa depan.
Sampai saat ini, penyidik dari Korea
Selatan dan Amerika Serikat terus mengusut penyebab jatuhnya pesawat Jeju Air
dengan nomor penerbangan 2216, yang telah memicu gelombang duka di seluruh
negeri dengan didirikannya tugu peringatan di berbagai wilayah.
Tragedi ini menjadi salah satu
kecelakaan penerbangan terburuk dalam sejarah Korea Selatan. Keluarga korban
menuntut transparansi penuh dalam investigasi, sementara masyarakat mendesak
peningkatan standar keselamatan udara untuk mencegah insiden serupa.
Keyword : Kecelakaan, Pesawat Jeju Air, Kotak Hitam, Investigasi
Authors : Sheila Aulia Palma