Mengenal Tren Diet Intermittent Fasting: Manfaat, Cara Kerja, dan Apa yang Harus Diperhatikan

 


Sumber Gambar : Detik.com


HIMAKOM UBSI Kaliabang (8/2) - Diet intermittent fasting (IF) belakangan ini menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan mereka yang peduli dengan kesehatan dan gaya hidup sehat. Banyak orang termasuk selebriti dan influencer mengklaim bahwa metode ini sangat efektif dalam menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Salah satu metode yang paling populer adalah metode 16/8 yang menjalankan puasa selama 16 jam dan waktu makan hanya 8 jam saja. Selain penurunan berat badan, diet intermittent fasting juga bermanfaat untuk kesehatan jantung, peningkatan energi, dan perbaikan metabolisme.

Meningkatnya popularitas IF berjalan seiring dengan keberhasilan banyak orang yang telah menyadari manfaatnya, diet ini dinilai lebih mudah diterima  sebagian orang karena tidak terlalu membatasi jumlah makanan yang dimakan, hanya membatasi waktu makan saja. Prinsip ini memungkinkan banyak orang  lebih fleksibel dalam menjalani gaya hidup yang lebih sehat, tanpa tekanan dan beban aturan diet yang rumit. Namun yang harus diperhatikan dari diet intermittent fasting tidak cocok untuk semua orang, tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing, seperti diabetes atau gangguan pencernaan mereka harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba metode ini. 

Baca Juga : Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan Di Bandung Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Siswa

Ketika waktu eksekusi dapat disesuaikan dengan rutinitas, banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan metode diet ini seperti berpuasa semalaman serta makan saat bangun tidur dan ada pula yang memilih berpuasa di waktu lain, misalnya pagi atau sore dan makan di malam hari. Waktu yang fleksibel ini dapat digunakan dalam berbagai situasi termasuk di rumah, tempat kerja, dan saat bepergian. Kunci terpenting untuk sukses dengan diet IF adalah konsisten terhadap rencana makan dan puasa yang telah ditentukan.

Saat mempraktikkan pentingnya untuk memilih makanan  sehat dan bergizi selama diet dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, serat, dan lemak sehat seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, dan telur. Hal ini membantu untuk mempertahankan energi dan mendukung proses pembakaran lemak jenuh saat berpuasa. Jadi, IF bukan hanya tentang menahan rasa lapar, tetapi juga tentang membuat pilihan makanan yang tepat untuk mendukung tujuan kesehatan jangka panjang.

 

Keywords : Diet Intermittent Fasting, Manfaat Kesehatan, Cara Kerja Fasting

 

Authors: Hidzfiyah Nur Farha

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama